Sudah hampir 5 bulan aku tinggal di Jakarta, kota yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya untuk menjadi the next venue for my next job. Dari adaptasi mengenai kemacetan hingga susahnya mencari tukang pompa ban di pinggir jalan aku mulai mencoba untuk menelisik salah satu sisi kehidupan nadi kota Jakarta..tentu saja tidak lepas dari pandangan kacamata awamku untuk menilai kebiasaan para penunjang urat nadi kota Jakarta, yupe orang-orangnya… Sesaat semua tampak sama, dari aktivitas, pakaian, kebiasaan, cara nongkrong, sampai cara merokoknya:D, tapi ada satu yang beda, hampir sebagian besar membawa handset dengan neckstrap berwarna-warni norak.
Kebetulan waktu browsing di kafe disampingku ada seorang customer yang sedang nyeruput kopi campur sambil memainkan handset yang serupa tadi.Kesempatan untuk melirik handsetnya..!!!….sambil diperhatikan lebih jauh dan penasaran akan wujud asli dari handset warna warni yang dipegang ternyata aku tidak merasa asing dengan logo yang melekat di handset itu, that’s RIM (Research In Motion) Canada Product a.k.a Blackberry!.Produk lama yang pada promo perdananya waktu itu kurang berhasil memikat pasar apalagi memikat user untuk berpaling dari handset yang jauh lebih popular waktu itu.
Bukan Blackberrynya yang menarik perhatianku saat itu, tapi sejak kapan booming Blackberry begitu membius bagaikan virus akut di Jakarta, dan mungkin kota besar lain di Indonesia( iya nggak sih?)..ada yang punya alasannya? Luar biasa penetrasi dari handset yang satu ini. Dalam waktu yang tidak terlalu lama menurut pengamatan langsung saya..hee jangan samakan dengan lembaga survey terakreditasi ya..secara aku cuma mengamati orang yang lewat didepanku sewaktu sedang jalan-jalan. Dimana-mana blackberry dijumpai, semua seri blackberry bermunculan, termasuk seri lama yang mungkin sudah discontinued dan out of date pun diburu..blackberryzm (sebutan untuk para pengguna blackberry) begitu kuat mengakar. Yang aku pikirkan sejak kapan orang-orang mulai menyukai qwerty keyboard phone ya…,dan apakah semua fitur di blackberry bisa dimaksimalkan. Hmm kalau hanya untuk kepentingan fashion rasanya ini handset terlalu jauh dari genggaman deh..too expensive coy!
Penasaran akan handsetnya, aku menelusuri lebih lanjut fitur-fiturnya via diskusi forum. Suatu ketika ada kesempatan untuk mencoba menggunakan Blackberry Bold punya teman (blackberry sek paling luarang dhewe)..,sambil sedikit takjub tak percaya memandangi handset kecil tidak mungil dan agak gendut ini harganya lebih mahal dari notebookku..ampuun. Kesan pertama handheld ini cukup elegan dan menarik, warna hitamnya yang dibalut silicon case warna hitam semakin mempertegas karakteristiknya..duh jadi pengen..hehehe sabar-sabar,singkirkan dulu nafsu yang terbentang didepan mata,ayo berpikir rasional. Qwerty keyboardnya nyaman dan empuk, layar cukup memikat..ringtone..biasa aja,aku lebih ingin untuk segera mencoba fitur utama blackberry: push email. Sebagai pecinta gadget, handset priority mode-ku mengatakan aku tidak terlalu memerlukan handset ini.., Why, let we see selection summary of my self awareness using this one :
1. Terlalu Mahal (untuk saya), dari sisi handset dan biaya berlangganan fitur blackberry servicenya. Terutama untuk menarik email real-time, Chatting, dan BB service lainnya. My Self awareness is
i notebook dan di komputer rumah sudah tersedia internet unlimited yang senantiasa menemani dalam berselancar di dunia maya termasuk checking email. My Trusty Eten Glofiish M700 dan PalmOne Treo 680 masih mampu melayani permintaan komunikasi dataku yang terhitung cukup ringan jika hanya aku gunakan untuk Chatting. Saya belum memerlukan pembalasan respon email real time.perlu push email?,gampang,tinggal instalasikan software push email..banyak kok yang gratis..hindari pembajakan dong☺
2. Belum punya komunitas Blackberry (hiks..hiks). hehehe bisa dihitung berapa banyak rekan sekerjaku di klinik dan rumah sakit yang menggunakan handset ini. My self awareness is : komunitas membentuk ciri nonspesifik individu, kenapa non spesifik yang kutekankan karena hal ini merupakan karakter tambahan seseorang yang dibangun dari lingkungan sekelilingnya.dari sisi social, aku tidak perlu menggunakan blackberry hanya untuk menarik perhatian rekan sekerjaku dan untuk semakin mentahbiskan diriku sebagai gadget mania (hayah…:P). sedih deh, mosok hanya karena bawa handset yang sedikit nyleneh alias uncommon langsung dicap sebagai gadget freak.
3. Pekerjaan utamaku saat ini. Sebagai dokter dan praktisi pelayanan kesehatan waktu jaga klinik yang kuperlukan hanyalah sebuah handset yang batrenya tahan lama, gampang untuk nulis pesan, mudah untuk menghubungi siapapun kalau ada kasus kedaruratan medik, dan bisa digunakan untuk main game ringan dan chatting pas lagi bosen. Kalau baru niat belajar ya baca medical e-book, dan (weks) textbook. Side activity-ku as a junior medical information system officer belum memerlukan push email untuk merespon input dari atasan.
4. Takut menjadi antisosial hehehe. Ini yang paling aku takutkan. Secara jam terbangku di depan notebook cukup tinggi walau hanya untuk menulis dan berinternet, kekhawatiran apabila euphoria blackberry nantinya menyita seluruh waktuku even hanya untuk chatting dan browsing in everytime and place cukup menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.
5. Motivasi. Belum termotivasi beli handset baru lagi.orientasi utama saat ini menabung,hehehe
THAT’S ALL REASONS,
Bingung..,Aneh..,Heran,..atau Bahkan Marah…?-No offence Please,
Ini hanya pendapat pribadi, hasil dari self awareness dan suara hati yang jujur saat mencoba handset blackberry bold 9000 di lobi lantai 9 sebuah hotel di bilangan Slipi Jakarta Barat. Tulisan ini hanya merupakan ungkapan pribadi penulis tentang perlunya kita melakukan sikap peduli diri dalam mensikapi semua gelombang yang muncul. Tentang perlunya kita melakukan tolok ukur diri dalam memberikan penghargaan terhadap diri.
Sambil berpikir..sebenarnya asik juga kalau punya Blackberry ….
Hehehe Dasar gadget prik..pinginan:D
Mungkin suatu saat nanti perlu..tapi tidak saat ini…
Kenapa ya namanya Blackberry bukan blueberry atau berry yang lain…
entahlah..
Recent Comments