Archive for January 27th, 2009
Emang dagang itu aneh bagi dokter?
Dokter kok Jualan…..memang aneh ya??
Banyak yang heran kalau melihat profesi saya sebagai dokter masih suka nyambi jualan gadget.
Apakah ada yang aneh dan salah dengan hal itu?
Ada yang mengatakan tidak lazim
Ada juga yang dengan sinis berkata kurang kerjaan…
Ada pula yang mengatakan dengan ketus sok kelebihan duit…
Ada pula yang lain dan yang lain….
Heran aku…
Padahal,
Jiwa utama seorang manusia adalah berniaga..
Berniaga bisa menyeimbangkan dan menjembatani antara emosi dan rasio..
Berniaga dapat memberikan kepuasan bathin dan rasa tanggung jawab,terutama bila modal berasal dari diri pribadi
Berniaga tidak harus selalu dengan modal besar dan kapitasi tinggi
Berniaga bisa di lapangan usaha apapun,
Dengan berniaga kita bisa belajar memanajemen resiko,
Kalau saya,
Saya menikmati berapapun profit baik material maupun immaterial yang saya dapat dari berniaga,
Zero profitpun menyenangkan bagi saya,
Saya menikmati proses tawar menawar harga di internet,
Saya menikmati proses yang bisa saya kerjakan sambil bekerja sebagai seorang dokter,
Saya menikmati desiran adrenalin yang muncul saat menemukan dan menawar harga barang yang sangat bagus sambil bersaing dengan pedagang lain..
Saya tidak melanggar sumpah hippokrates,
Saya bekerja sebagai dokter
Saya juga berniaga,
Tapi saya tidak meniagakan profesi saya sebagai dokter
Begitulah…
How to select that any menu in the café is delicious for U?,lets try my opinion. It might be useful:D
Enggak di Jogja maupun Jakarta banyak sekali kafe yang berjamuran di sepanjang jalan mulai dari yang berada di sekitar kompleks perkantoran dan pusat perbelanjaan sampai yang ada di pinggir jalan kompleks perumahan, bahkan dikampungpun juga adaJ.
Bukan masalah kafenya yang akan saya bahas tapi mengenai menu yang ada di masing-masing kafe.Oke, mari kita perhatikan bersama bahwa hampir semua kafe menyajikan menu yang serupa. Pertanyaan klasik yang muncul bagi saya cukup sederhana, manakah diantara semua menu tersaji ini yang cukup tasty bagi lidah saya..
Wah kalau harus melakukan survey kecil2an untuk memastikan menu mana yang jadi favorit pengunjung kafe sih bisa-bisa tulisan ini nggak selesai:D. Saya ingat pengalaman saya waktu pertama kali Starbuck kafe dibuka di kota Yogya..my first dan beloved first city..saya sempatkan untuk mampir kesana sekedar mencoba rasa kopinya yang katanya sudah sangat popular.
Saya yakin setiap orang pasti pernah mengalami ‘sindroma bingung memilih menu’ saat pertama kali datang ke rumah makan atau drink stall, termasuk saya..walau sudah berulangkali keluar masuk kafe sekadar untuk berinternet dengan lappy kesayangan tapi tetap saja kalau mencoba menu di kafe baru selalu gagap
Kolega saya banyak yang merekomendasikan menu A, B, C, dan D yang menurut mereka maknyoss.Walah walah,pusing juga kalau harus memandangi dan memilih salah satu menu dari sekian tampilan menu yang ada, selain itu menunya kadang abstrak pula (bayangkan saja harus memilih salah satu menu, mengartikan maksud nama menu, dan GPL tentunya-gak pake lama- mode on, biar gak disangka o’on sama drink beveragernya hehehe).
Resikonya kadang ya dapet drink yang yahud tapi kadang juga dapet drink yang puahitttnya setengah mati (kayak jamu boo!!!),tapi ngelesnya kata orang-orang lain bilang itulah citarasa kopi sejati…pahit dan bikin melek terus.benarkah kopi bikin melek,secara saya tiap jam 21.00 sudah menggelayut mengantuk.
Tapi sayang juga kalau hanya memesan menu minuman yang itu-itu terus tiap kali datang ke kafe ini..,dalam hati saya berpikir sudah jauh-jauh datang dan bayar mahal untuk ukuran dompet saya mosok rasa dan aromanya sudah bisa saya rasakan dari jauh pulaL.
Jadi tips untuk saya pribadi utk menilai jiwa kuliner baik makanan dan minuman adalah dengan cara seperti dibawah ini..(monggo ini hanya ulasan pribadi,jangan dijadikan prosedur tetap ya, secara nilai subyektifitasnya cukup tinggi) :
- Jangan alergi untuk mencoba menu lain yang terpampang di front desk, tiap minuman punya karakter masing-masing kok.cobalah untuk menemukan spirit dari hal itu (tapi kalau dapet yang bener2 pahit nggak boleh marah ya:D)
- Jiwa seni kuliner adalah mencoba hal dan rasa yang baru.pun begitu dengan menu yang ada di front desk,biasanya adalah hasil kreasi dan imajinasi pembuatnya,jadi pasti ada taste-nya lah..cuma sekarang biarkan lidah anda yang bicara enak atau tidak.orang bijak bilang makanan dan minuman itu cm enak dimulut.kalau sudah lewat tenggorokan udah tidak berasa lagiJ
- Minumlah sesegera mungkin:D,dan saat haus dahaga membelit tenggorokanmu.satu gelas plastik kopi atau non kopi pasti cukup berkesan:D
- Yang lainnya masih dipikirkan dulu
Kopi dan non kopi semuanya nikmat…
Hitam pekat atau tidak hitam semuanya memberikan kecerahan dan ketenangan…
Aromanya kuat menghembuskan semerbak citarasa pribadi…
Rasanya liat di lidah, tidak mudah dilupakan…
Ampasnya memberikan jejak yang tegas dan kuat bagi pembentukan karakter…
….
Bikin kopi dulu ah