Everything is only things until we read and comment it

..::a simple reflection of us to face the real world::.

Archive for February 2009

From BB Curve 8310 to 8320 Black ROGERS

with one comment

Akhirnya punya juga sebuah handset Blackberry Curve 8310 Titanium dengan carrier Vodafone. Setelah membuat tulisan pro-cons tentang BB akhirnya saya malah dihadapkan dengan kondisi pekerjaan yang mengharuskan saya untuk bisa mengakses email secara real time dan tuntutan respon akan jawaban email menyangkut pekerjaan yang cukup cepat. Nasib, kualat kali bikin ulasan kemarin.untung saya tidak bikin ulasan pro cons tentang volkwagen caravelle:D,bisa-bisa kualat trus dipaksa beli caravelle:D hue hue

Yap!,pertama kali yang muncul dikepala saya adalah pusing membayangkan berapa harga sebuah handset BlackBerry, mahal!.tapi tunggu dulu, mahal tidaknya sebuah barang itu relatif dibedakan dari tingkat manfaat yang didapatkan. Sesuai hukum ekonomi ala saya, minat utama saya adalah mencari handset yang tidak terlalu mahal tapi bisa dioprek sepuasnya:D

Setelah menimang-nimang isi dompet dan meminta masukan dari para dedengkot BlackBerry akhirnya terpilihlah handheld BlackBerry Curve 8310 titanium versi limited dengan carrier Vodafone untuk menemani aktivitas saya. Thanks buat bro di Surabaya yang telah membantu memilihkan handset yang tepat untuk saya. Tepat, Murah, dan dibawah harga pasaran..serta resmi dengan segel ditjen postel untuk menjamin kenyamanan berakses menggunakan blackberry service.

Kesan pertama menggunakan handheld is,amazing sekaligus bingung:D. That’s very rare machine with specific interface, unlike windows mobile. Banyak item dan icon baru yang sama sekali berbeda dengan device yang lain. Sampai harus dipandu via telpon untuk mengeset blackberry servicenya..then it has been done..push email aktif, bb messenger jalan, browsing cepat, bisa register sampai 10 alamat email. Busyet begitu salah satu alamat email yang saya khususkan untuk milis diregisterkan ke blackberry service langsung deh inbox Curve saya dipenuhi oleh ratusan emailL.

Yang bikin saya puas, selain push emailnya, kita bisa mengunduh file lampiran yang disertakan dalam email sekaligus melakukan beberapa koreksi terhadapnya, efektif!, fitur fun yang cukup cerdas lagi yang menurut saya sangat berguna adalah fitur silent yang otomatis dijalankan pada saat handset masuk kedalam leather casenya.

Batere irit, cukup bermanfaat dengan aktivitas penggunaan handheld saya yang cenderung ‘diluar kewajaran’.

Yupe, tapi handset ini tidak bertahan lama, secara teman ada yang menawar handset saya dengan harga yang reliable dan kebetulan setelah hampir seminggu bercengkerama dengan Curve saya mulai menemukan sebuah handset blackberry idaman yang wajib saya miliki, yaitu BlackBerry Curve 8320 dengan carrier ROGERS asli Canada warna hitam. Blackberry seri terbaik dari kanada yang banyak dibicarakan dan dicari oleh para blackberryzm.Pertama kali di Indonesia…kebetulan pula ada teman yang berbaik hati membawakan pesanan saya dari Kanada.

 Dan hari ini, Jum’at 06 Februari 2009 jam 09.00, InsyaAllah BlackBerry Curve 8320 Black Rogers saya datang..Welcome..willkommen..binvenutoo                       

 Say Thanks to my titanium BlackBerry Curve 8310..it’s very workfull

 

Written by dr. Gama Diswita

February 6, 2009 at 04:04

Penggunaan UMPC, Netbook, Notebook, dan Desktop impian ala Saya..

leave a comment »

Begitu banyak perangkat kerja bergerak yang mudah dibawa kemana-mana dengan begitu mudahnya saat ini. Ringan, ringkas, dan tidak tampak menarik perhatian orang lain (baca maling) yang ingin berbuat jahat karena ada niat dan kesempatan. Pun demikian halnya dengan saya, kemudahan dan pergerakan harga perangkat kerja bergerak yang semakin hari semakin murah mendorong saya untuk bisa merealisasikan bayangan mengenai OFFICE MEDIA CENTER yang pas untuk saya. Mungkin sebuah keuntungan bagi saya selama tinggal di Jakarta saya banyak berinteraksi dengan berbagai variasi personal dan mengamati trend yang ada di seputaran meeting point. Banyak yang bekerja dengan perangkat bergerak (baca: bisa laptop maupun handheld) dari notebook berlayar besar hingga handheld yang cukup kecil. Efektifkah itu semua?,lalu apakah perangkat besar yang dahulu sering membantu kita dalam menyelesaikan pekerjaan kita (baca: desktop) akan hilang bersama arus modernisasi dan mobilitas para pekerja?

 Motivasi utama saya saat ini adalah bagaimana bisa mengoptimalkan perangkat bergerak yang saya miliki untuk menunjang pekerjaan saya. Desktop masih merupakan perangkat komputasi yang ideal bagi saya. Bayangkan saja dengan harga yang tidak terlalu mahal saya bisa mendapatkan sebuah komputer lengkap dengan fasilitas yang hampir sama dengan sebuah notebook hi-end yang harganya sampai menembus angka tujuh digitJ, lengkap dengan layar datar resolusi tinggi tentunya.

 Desktop bagi saya bisa digunakan untuk pekerjaan dirumah, dan multi pengguna. Dengan satu buah desktop saya berharap bisa lebih efisien dalam bekerja, mengontrol koneksi internet ke seluruh ruang dengan menjadikan desktop sebagai router wi-fi, memasang media center untuk mengakses hiburan dan tayangan edukasi bagi anak-anak saya, mengawasi pengguanaan internet untuk anak, dan tentu saja dengan sebuah komputer desktop berkecepatan tinggi rasanya cukup gegas dalam mengolah sebuah pekerjaan.Idaman: sebuah desktop branded dibawah 5 juta.

 Notebook selama ini saya gunakan sebagai desktop replacement. Alasan utama memiliki notebook adalah saat bekerja saya harus memiliki sebuah alat komputasi bergerak yang bisa dipakai untuk kerja saat berada di luar kota, karena waktu itu saya lebih banyak ditugaskan keluar kota. Walhasil dalam rangkaian impian OFFICE MEDIA CENTER saya, justru malah notebook yang pertama kali masuk dalam list have already been saya. Sebenarnya dalam memilih notebook saya tidak terlalu tertarik memiliki sebuah notebook dengan spesifikasi terlalu tinggi, harap maklum saya lebih suka menelusuri forum jual bli notebook seken untuk mencari device yang tidak terlalu mahal harganya.

 Saya justru menginginkan sebuah mini notebook alias netbook untuk menunjang aktivitas harian saya.karena aktivitas saya hanya pada kegiatan office ringan saja, hehehe kadang kalau pas lagi banyak pasien di UGD notebook hanya menyala sampai pergantian jadwal jaga berikutnyaJ.

Idaman : Netbook MSI Wind Notebook

 Untuk UMPC, walau saat ini saya merawat sebuah UMPC Sony VAIO VGN UX-180P milik ibu saya,namun tidak sampai membuat saya untuk berkeinginan mencari handset serupa ini. Selain harganya mahal, fiturnya juga kurang efektif untuk saya. Uang 7 digit lebih hanya untuk membeli UMPC?duh, rasanya kok seperti mau menelan garam saja ya…..

Jadi, kesimpulan tulisan saya bisa digambarkan seperti ini:

Saya dan keluarga cukup menggunakan satu buah desktop (branded dunk) untuk aktivitas komputasi utama, dari mulai download hingga menyelesaikan pekerjaan dan sekedar bermain. Untuk di kantor dan aktivitas di luar lainnya saya menginginkan sebuah netbook yang ringkas, kecil, dan tentu saja irit batere dan tidak menarik perhatian orang lain. File pekerjaan bisa saya buat dan edit di desktop rumah sementara untuk minor checking dan change bisa dikerjakan sambil minum kopi atau menunggu pasien datang:D.bawa note book besar..beraaat jack!

 UMPC…untuk sementara belum perlu lahJ, kecuali buat gaya

 

 

Written by dr. Gama Diswita

February 3, 2009 at 06:08

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.