Blackberry, jawaban atas keinginan mobile internet 6 tahun yang lalu….
Kalau blog saya lebih banyak berisi tentang mobile phone dan sejenisnya tentu saja wajar, karena sebagian minat saya ada di sini dan sejak awal mula blog ini juga merupakan ruang imaji saya dalam menuangkan berbagai hal yang ada di kepala saya. Kalau lebih banyak tentang gadget dan yang sejenisnya tentu saja itu bukan sesuatu hal yang harus dipermasalahkan bukan.
Kalau melihat pertumbuhan penggunaan mobile internet yang begitu luar biasanya terutama sejak berbagai situs jejaring sosial dan aplikasi instant messaging mulai diterima oleh masyarakat luas, my mind spins quickly to 6 years ago, yap, tahun 2004 adalah waktu dimana saya mengenal handset multimedia pertama saya yaitu Nokia 3660. Berbekal kartu pascabayar Matrix dari Indosat yang waktu itu mengeluarkan promo akses internet unlimited ‘hanya’ Rp. 25.000,-/ bulan itulah akhirnya saya mulai ketagihan dengan apa yang disebut mobile internet. Mulai dari pull mail, internet dari handset hingga chatting menggunakan Agile Messenger yang waktu itu masih gratis. Waktu itu rekan-rekan yang sedang online bersama saya sering tidak percaya kalau saya bilang sedang online di dalam bus kota atau di kantin kampus, hehehe..wajar saja kan, di jaman itu notebook masih merupakan hal yang masih jarang dijumpai di kampus..terlebih untuk mengakses internet sebagian besar masih mengandalkan warnet yang ada di kampus karena murah dan masih bersedia ngantri kalau baru dalam keadaan kepepet.
Baru kali itu saya merasakan kehidupan dan tren kebiasaan internet saya berubah. Saya lebih banyak menggunakan Nokia 3660 saya untuk chatting, sekedar buka internet dari browser bawaan handset atau dengan menggunakan opera mini yang waktu itu masih belum digratiskan penggunaannya, ngecek status friendsterJ, cek email, mulai lebih suka berkirim email untuk berkorespondensi dengan dosen dan rekans, serta jika perlu berinternet dengan PC tinggal memfungsikan handset sebagai modem dengan bantuan infrared device..duh gaya bener waktu itu.
Dari euforia dan kenikmatan menggunakan fasilitas tadi akhirnya memunculkan berbagai tuntutan baru yang mungkin belum bisa dipenuhi oleh handset yang saya miliki waktu itu, diantaranya konsumsi batre handset yang cenderung lebih boros, keinginan push mail layaknya sms, paket internet unlimited tanpa batas tanpa kuotaJ, dan layanan chatting yang lebih spesifik serta bisa bertukar file secara real-time
Ternyata bagi saya harapan itu pelan-pelan terjawab dimulai pada tahun 2008 dimana saya mulai menggunakan paket internet unlimited dari salah satu operator yang kemudian lebih banyak saya pergunakan di handset saya waktu itu yakni O2 XDA II. Namun, satu hal yang tidak pernah bisa dipenuhi dari sebuah PDAphone seperti XDA II adalah batre yang tetap saja boros, bahkan lebih boros dari Nokia 3660 saya dulu. Dan harapan itu sedikit banyak terakomodasi ketika [karena tuntutan pekerjaan saya waktu itu] akhirnya saya mengenal Handset Blackberry Huron 8820 saya.
Yap, Blackberry ternyata adalah jawaban atas semua keinginan dan harapan saya akan mobile internet 6 tahun yang lalu. Setidaknya sampai saat ini semua fungsi itu masih sanggup dikerjakan oleh handset blackberry saya…
Padahal kalau tidak salah, sejak jaman saya kuliah dulu pun sudah ada blackberry ya…lalu kenapa jawaban itu baru terakomodir sekarang ya